Friday, February 14, 2014

Gunung Kelud Meletus

Pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2014 Gunung Kelud meletus tepat di malam Valentine. Letak Gunung Kelud yang ada di perbatasan Kediri, Blitar dan Kabupaten Malang ini telah memuntahkan lava disertai hujan abu tebal.

Gunung Kelud Meletus

Dahsyatnya letusan Gunung Kelud diiringi suara petir menggelegar yang disebabkan oleh gesekan lingkungan panas dari muntahan gunung dengan dinginnya suhu pada saat itu. Hal ini dijelaskan oleh BMKG dimana fenomena petir yang terjadi sama dengan kondisi ketika Gunung Merapi meletus. Sebelum meletus, alam telah memberi tanda dengan adanya pengungsian besar-besaran dengan turun gunung dari binatang-binatang yang menghuni di Gunung Kelud tersebut. Suara Gunung Kelud yang meletus bahkan sempat terdengar hingga wilayah Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.


Video Youtube Detik-Detik Gunung Kelud Meletus 13 Februari 2014




Debu Gunung Kelud


Debu vulkanik dari Gunung Kelud menyebar dari Jawa Timur hingga wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Beberapa kota seperti Yogyakarta, Solo, Semarang merasakan dampak debu Gunung Kelud tersebut sejak kemarin malam dan telah menumpuk setinggi 4 cm. Akibat dari debu vulkanik tersebut akan menyebabkan kekeringan pada wilayah yang diselimutinya jika perbandingan antara debu dan uap air lebih banyak debunya sehingga pertumbuhan awan tidak akan terjadi. Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto di Detik.com.

Dari pihak Kepolisian, seperti dijelaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Boy Rafli Amar, telah diberlakukan Siaga Bencana untuk wilayah Polda DIY, Jateng dan Jatim. Personel Polisi telah disiagakan dan juga memberikan dukungan kepada anggota BPNB dan BASARNAS ditempat. Pihak Kepolisian bertanggung jawab untuk melancarkan arus lalu-lintas yang dipastikan kacau akibat minimnya jarak pandang yang diakibatkan oleh debu vulkanik tersebut.

Gempa tremor kecil masih sering dirasakan semenjak letusan Gunung Kelud. Hal tersebut diketahui dari 1 alat pemantau dari 5 alat yang telah mengalami kerusakan akibat material dari gunung. Dikarenakan adanya kemungkinan Solar Cell tertutup debu, alat yang tersisa mungkin hanya bertahan 2 hingga 3 hari saja untuk memberikan informasi. Dengan keadaan yang masih labil tersebut, Hendarso selaku kepala PVMBG Bandung melarang anak buahnya untuk naik guna melihat situasi.

Untuk menghadapi situasi yang bisa mempengaruhi kesehatan dari debu letusan Gunung Kelud, diharapkan warga mengenakan masker sebagai pelindung dan melengkapi diri dengan payung atau jas hujan ketika keluar dari rumah.

No comments:

Post a Comment