Thursday, May 22, 2014

Antisipasi PSK Dolly Eksodus Ke Jembrana Bali

PSK Gang DollyBerita Nasional - Jelang penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya, Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, mulai melakukan antisipasi untuk para PSK Dolly yang mungkin akan melakukan eksodus ke wilayahnya.

I Gusti Ngurah Budi, Kepala Kantor Satpol PP Jembrana mengungkapkan bahwa pihaknya akan meningkatkan operasi kependudukan khususnya di tempat hiburan-hiburan malam jelang penutupan lokalisasi Gang Dolly. Berikut ini video tentang penutupan Gang Dolly yang diunggah di Youtube.

Antisipasi dari PemKab. Jembrana tersebut beralasan karena lokasi mereka memang memiliki jarak yang relatif dekat dengan lokalisasi Dolly sehingga memungkinkan untuk para PSK tersebut untuk pindah tempat ke daerah mereka.

Operasi kependudukan yang dilakukan akan dilaksanakan di seputar tempat kos-kosan, hiburan malam, penginapan dan tempat-tempat yang terindikasi terdapat kegiatan prostitusi.

Setiap kepala dusun di Jembrana akan diminta untuk melakukan pendataan terkait dengan penduduk yang datang serta memastikan bahwa mereka memegang Surat Keterangan Tinggal Sementara atau SKTS. Jika pelanggaran terhadap aturan daerah tersebut didapati maka akan dikenakan sanksi dikembalikan ke daerah asalnya.

Aktivis LSM Forkot Jembrana, Nur Hariri, mengungkapkan kekhawatirannya tentang eksodus yang mungkin dilakukan para PSK Dolly tersebut ke Jembrana. Hal itu dikarenakan mereka berpotensi membawa penularan HIV/AIDS. Tempat-tempat persinggahan yang ada di Jembrana diminta Nur Hariri agar waspada dan siap mengantisipasi kedatangan dari para PSK Dolly.

Untuk mengantisipasi terjadinya pertumbuhan lokalisasi di Jembrana, sejak awal harus mulai ditertibkan karena jika sudah mulai meluas maka akan lebih sulit lagi untuk menertibkannya, lanjut aktivis LSM Forkot tersebut.