Sunday, February 9, 2014

RoboCop Mesin Perang Baru Militer Amerika Serikat

Kamu pasti kenal dengan RoboCop, tokoh film robot polisi pembela kebenaran dengan kecanggihan teknologi dan senjata ini  dikabarkan akan dibuat versi aslinya untuk kepentingan militer Amerika Serikat. Keren atau bakalan menjadi mimpi buruk ya?

Film RoboCop Columbia Pictures
Foto RoboCop Copyright © Columbia Pictures

Alasan Militer Amerika Membuat Tentara Robot

Tingkat kecanggihan teknologi pada masa ini sangat memungkinkan untuk pihak Amerika membuat sebuah robot perang. Pembuatan robot sebagai alat untuk berperang memang sangat beralasan, dengan majunya robot ke medan pertempuran tentu saja akan meminimalisir korban jiwa manusia.

Menilik jauh kebelakang tentang sejarah perang Amerika yang menelan banyak korban jiwa dari negaranya seperti di Afghanistan atau Vietnam, maka pembuatan robot sebagai pengganti tentara dilaksanakan, sesuai dengan pernyataan dari Jendral Robert Cone, pimpinan US. Army's Training And Doctrine seperti yang dilansir oleh FoxNews.

Robot Tidak Memiliki Perasaan

Tidak dipungkiri jika penggunaan robot sebagai mesin perang akan meminimalisir korban jiwa dari pihak pemilik, tapi tentu saja akan sangat riskan karena seperti diketahui bahwa robot tidak memiliki perasaan. Tokoh RoboCop memiliki perasaan karena dia  hanyalah manusia yang ditanami seperangkat mesin perang dan masih memiliki kehendak pribadi ataupun nafsu serta perasaan.

Bisa dibayangkan akibatnya jika robot tersebut lepas kendali dan dengan program yang sudah ditanamkan sejak awal yakni doktrin untuk membunuh musuh, tentu saja akan mengakibatkan kekacuan yang melibatkan banyak nyawa melayang.

Kebijakan Tentara Robot Oleh PBB

Dengan terwujudnya program robot sebagai alat perang tersebut dipastikan akan menegaskan Amerika sebagai negara adikuasa. Hingga saat ini, hanya beberapa negara yang memiliki kemampuan untuk membangun teknologi seperti itu, sebut saja Korea.

Saat berita mengenai "RoboCop" sebagai alat perang dari militer Amerika ini dikeluarkan, hal tersebut masih dirundingkan ke PBB (UN) untuk meminta persetujuan. Setelah program tersebut disetujui maka akan lahir tentara Amerika yang baru yakni, robot.

No comments:

Post a Comment